Dripa Sjabana
Oleh on 11 Mei 2018
93 lihat
Walau telah diklarifikasi beberapa kali oleh berbagai pihak yang berkompeten, isu tentang keamanan aspartam terus saja ramai dipertanyakan. Hal ini, menurut saya dapat dikarenakan oleh hal berikut.
1. Informasi via internet yang pernah muncul tidak diupdate oleh penulisnya atau pengutipnya, walau telah disanggah secara ilmiah dan resmi oleh berbagai institusi atau badan yang berkompeten. Sehingga oleh pengguna internet yang baru saja membacanya, seolah-olah informasi tersebut masih akurat. Padahal informasi tentang aspartam tersebut bisa saja sudah tergolong Hoax.
2. Kecenderungan konsumen informasi (kita semua) menyukai informasi yang bombastis yang tidak jarang merupakan informasi negatif. Sehingga informasi klarifikasi yang bersifat positif tidak direspons dengan baik, apalagi disebarkan ke komunitasnya.
3. Kemungkinan adanya kepentingan kompetisi antar produsen juga tidak dapat disingkirkan.
Untuk itu, berikut saya kutip press release dari Badan POM RI yang mengeluarkan Bantahan atas Berita terkait dengan Keamanan Aspartam.
Sehubungan dengan adanya berita yang menyebar melalui pesan singkat/sms (short message service) mengenai bahaya penggunaan Aspartam yang disebutkan bersumber dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan ini diberitahukan bahwa sesuai dengan informasi dari Sekretaris Eksekutif – IDI bahwa IDI tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang hal tersebut.
Aspartam dikategorikan aman berdasarkan Keputusan Codex stan 192-1995 Rev. 10 Tahun 2009. Codex Alimentarius Commision (CAC) adalah Lembaga Internasional yang ditetapkan FAO/WHO untuk melindungi kesehatan konsumen dan menjamin terjadinya perdagangan yang jujur.
Dalam pengaturan Codex disebutkan bahwa Aspartam dapat digunakan untuk berbagai jenis makanan dan minuman antara lain minuman berbasis susu, permen, makanan dan minuman ringan.
Penggunaan Aspartam dalam makanan dan minuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dapat digunakan dengan batas maksimum penggunaannya masing-masing.
Dihimbau kepada masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau email ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com atau Layanan Informasi Konsumen di Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.
Sumber: Badan POM RI
Semoga informasi ini dapat membuat kita lebih tenang menikmati produk-produk yang mengandung aspartam sesuai peraturan yang berlaku, amin.
Update tentang hal ini akan terus Saya pantau dan sosialisasikan melalui blog ini.
Tulisan ini ditayangkan ulang dari http://dripa.blog.unair.ac.id/2010/03/07/keamanan-... yang ditayangkan pada tanggal 7 Maret 2010.
Dikirimkan di: Olahraga / Kesehatan