Dripa Sjabana
Oleh on 11 Mei 2018
114 lihat
Menghentikan informasi negatif yang telah mengalir bukanlah hal yang tidak mungkin, walau tidak mudah. Buktinya, setelah Badan POM mengeluarkan pernyataan resminya tentang ketidakbenaran informasi seputar Aspartam (lihat Aspartam Aman Dikonsumsi (catatan ke-1)), masih banyak masyarakat yang mendapatkan informasi yang salah. Beberapa respons yang saya terima setelah beberapa teman membaca catatan ke-1 saya tersebut, bahkan ada sejawat medis dan paramedis yang belum mendapat informasi klarifikasi ini. Dan tentunya konsultasi atau penyuluhan yang diberikan terkait aspartam, bisa jadi kurang tepat.
Hal ini menunjukkan salah satu bukti bahwa menyehatkan bangsa bukan hanya menjadi urusan dunia kesehatan, melainkan urusan seluruh umat manusia, termasuk kita yang menjadi peminat atau pengguna teknologi informasi. Kita dituntut secara moral untuk hanya menyebarkan informasi yang sudah kita klarifikasi kebenarannya. Berikut kutipan press release dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia yang di dunia maya diluncurkan oleh Pusdalin-IDI pada tanggal: 02/Mar/10 melalui laman elektronik IDI Online.
Ikatan Dokter Indonesia
PRESS RELEASE PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIABeredarnya rumor berupa statement IDI yang berbunyi sebagai berikut :
“Saat ini sedang ada wabah pengerasan otak atau sumsum tulang belakang. Jangan minum produk : extra joss, M-150, kopi susu gelas, Kiranti, Krating Daeng, Hemaviton, Neo Hormoviton, Marimas, Hore, Frutillo, Segar Sari, Pop Ice, Segar Dingin Vit C, Okky Jelly Drink, Inaco, Gatorade, Nabati, Adem Sari, Naturade Gold, Aqua Splash. Karena mengandung Aspartame racun yang menyebabkan diabetes, kanker, dan bisa mematikan”. Ditegaskan bahwa ini bukan statement IDI.
PB IDI tidak pernah mengeluarkan pernyataan secara lisan maupun via sms. Setiap pernyataan yang dikeluarkan secara resmi oleh organisasi selalu dikeluarkan secara tertulis dengan menggunakan kop resmi organisasi dan ditanda tangani oleh Ketum dan Sekretaris Jenderal.
Demikian kami sampaikan untuk dapat diketahui dan disebarluaskan.
Bantahan IDI tersebut juga dilansir oleh: detikHealth
Berikut juga Saya berikan tautan ke informasi yang dikeluarkan oleh Komisi Eropa: Direktorat Jendral Perlindungan Kesehatan dan Konsumen berupa Pendapat Komisi Ilmiah tentang Aspartame,4 December 2002.
The GreenFacts Organization melalui Scientific Facts on Aspartame di laman elektronik mereka menyatakan (dalam English):
Several scientific committees have reviewed the health risks of aspartame and its breakdown products: aspartic acid, phenylalanine and methanol.
Their conclusions are:
People get far less aspartic acid, phenylalanine and methanol from aspartame than from normal consumption of natural foods.
Aspartame intakes are unlikely to exceed the current Acceptable Daily Intake (ADI), even for children and diabetics.
While some minor effects on health may occur at very high doses, no effects are expected at or below the Acceptable Daily Intake (ADI).
GreenFacts was created in December 2001 by individuals from different backgrounds, with the aim to bring complex scientific consensus reports on health and the environment to the reach of non-specialists.
Namun demikian, Saya tetap menyarankan agar kita semua selalu cek dan cek-kembali untuk segala informasi yang kita terima. Sebisa mungkin dari sumber pertama. Baik itu mengenai informasi positif ataupun yang bersifat negatif.Dan untuk masyarakat Indonesia yang memerlukan informasi lebih lainnya, Badan POM telah menyediakan saluran melalui Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BPOM di nomor (021) 42463333 dan (021) 32199000 atau email ke ulpk@pom.go.id.Semoga ini semua membuat kita semakin sadar informasi dan peduli informasi. Dan kesehatan kita semua dapat senantiasa terjaga dan meningkat, amin.
Lihat juga artikel Aspartam Aman Dikonsumsi (catatan Dripa ke-1)
Artikel ini ditayangkan ulang dari http://dripa.blog.unair.ac.id/2010/03/30/aspartam-... yang ditayangkan 10 Maret 2010.
Dikirimkan di: Olahraga / Kesehatan