Gildas Arvin Deograt Lumy
Oleh on 16 December 2017
333 lihat
Kesalahan fatal yang banyak orang lakukan SAAT terjadi gempa adalah EVAKUASI dari gedung tinggi melalui tangga darurat. Evakuasi adalah "reflek" yang dibangun untuk tanggap darurat KEBAKARAN, BUKAN untuk saat terjadi GEMPA BUMI.
Umumnya, gempa terjadi hanya beberapa saat. Gempa sdh selesai sebelum kita sempat keluar gedung berlari turun tangga dari lantai 10.
Sangat sedikit gedung-gedung modern yg runtuh akibat gempa jika dibangum sesuai standar aturan yang berlaku.
Struktur terlemah gedung adalah tangga darurat, yg dirancang utk evakuasi saat kebakaran. Saat gempa, struktur tangga menjadi lebih lemah, apalagi dengan diinjak beramai-ramai. Berjalan/berlari saat gempa juga bisa menyebabkan cedera. Risikonya akan lebih tinggi lagi bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti ibu hamil dan orang berpenyakit jantung. Saat bagian dari IT security Team Total group di Perancis, saya ikut merancang program latihan saat kebakaran. Semua orang dengan kondisi kesehatan diatas harus didata (dan dijaga kerahasiaannya), dan diatur agar tidak ikut program latihan evakuasi. Terdapat banyak kasus dimana latihan evakuasi malah berujung di IGD rumah sakit.
Struktur terkuat gedung di dekat lift. Lebih baik berkumpul disekitar lift. Yang terpenting, hindari tertimpa lampu, plafon, pecahan kaca, dll.
Saat terjadi gempa thn 2009/2010, istri saya yg tengah hamil berada di lantai 18 menelepon saya kalau ada gempa. Saran saya JANGAN ikut lari evakuasi, BERBAHAYA. Berdoa dan berlindung saja dari reruntuhan. Setelah gempa, pindah ke pantry duduk tenang, minum, makan, nonton TV. Kita tidak tahu kondisi tangga darurat. Tunggu sampai inspeksi awal kondisi gedung selesai.
Berikut tautan bagus untuk dibaca, dipahami, dan diingat agar selamat
https://www.getprepared.gc.ca/cnt/rsrcs/pblctns/rt...
Semoga bermanfaat.
Gildas, 16 Des 2017
#GempaBumi#Kebakaran#TanggapDarurat